Alternatif pembayaran kekinian QRIS tersebut, diklaim cukup efisien bagi pengguna dan dapat menarik berbagai kalangan, mulai dari yang muda hingga tua.
Bahkan UMKM/Merchant sendiri, disebut akan membawa pengembangan usaha lebih baik bagi pelaku usaha secara umum.
“Harapannya melalui sosialisasi ini para pelaku UMKM bisa memahami kemajuan di sistem pembayaran yang terjadi serta bagaimana memanfaatkannya untuk berbisnis, dan memberikan edukasi bagi kita semua terkhusus bagi para generasi milenial,” ujarnya.
“Sudah era-nya keuangan digital menggunakan mode barcode di setiap transaksi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BI Kantor Perwakilan (Kpw) Provinsi Lampung, Budiharto, yang menghadiri secara virtual, menambahkan sosialisasi dan kerjasama terhadap Disporapar, khususnya pada sekolah penggerak wisata yang digagas dinas terkait merupakan edukasi dan implementasi yang idealnya di kuasai peserta.
“QRIS secara nasional sebagai pilihan yang tepat untuk bertransaksi secara aman di masa pandemi Covid-19, serta perluasan transaksi pembayaran secara digital di era serba terdigitalisasi,” tukasnya.
(erw/WII)





