Ke-11 hewan yang dinyatakan mengandung cacing itu, terangnya, ialah akumulasi dari awal idul adha 1442 H, Selasa (20/7/2021) hingga H+3, Kamis (22/7/2021) hari ini.
“Kalau kemarin terdata delapan hewan yang organ hatinya mengidap cacing, hari ini bertambah tiga,” jelas Nata.
Masih kata Nata, untuk 11 data sementara pihaknya mengaku masih menunggu kemungkinan adanya hewan kurban lain yang terdeteksi, mengingat waktu pelaksanaan pemotongan hewan kurban bagi umat islam terdapat perbedaan.
“Ada yang merujuk H+3 adalah waktu puncak, ada pula yang meyakini H+4, apapun perbedaannya kita terus menindaklajuti dengan pemeriksaan oleh petugas. Bagi warga yang telah menjadwalkan kurban pada H+4 segera hubungi Disbunnak Lambar, agar keberadaan cacing yang sangat berbahaya itu dapat diantisipasi oleh petugas ahli di bidangnya,” tukas dia.
(erw/WII)





