“Tapi kita dinkes rencananya mau nambah jumlah regulator. Walaupun sekarang duit ada, barang langka, harga mahal,” kata dia.
Terpisah, Kepala BPBD Pringsewu Edi Sumber Pamungkas mengatakan, selama pandemi Covid-19, pihaknya telah menguburkan 200 jenazah pasien yang terpapar covid.
“Kurang lebih 200 jenazah yang dimakamkan dengan prokes. Ada juga jenazah yang dari luar Pringsewu juga. Pernah ada dari Bekasi di bawa ke sini dan kita bantu makamkan,” jelas Edi.
Selain itu, semenjak Pringsewu berstatus zona merah dalam sebulan terakhir ini, dalam sehari pihaknya bisa memakamkan 4-5 jenazah covid.
“Kalau akhir-akhir ini biasanya sehari ada 4-5 jenazah covid yang dimakamkan dengan prokes,” pungkasnya.
(rul/WII)





