Karena menurut Ahmad, filosopi piil pesenggiri harus menjadi barometer, khsusnya masyarakat zlampung dalam era digital, karena merupakan ajaran yang diwariskan nenek moyang orang Lampung, yakni harga diri di atas segalanya. Namun, harga diri itu harus berlandaskan rasa malu.
“Sebagai ulun Lampung, artinya malu jika berbuat dan berbicara salah, terlebih di era modern literasi digitial kian disemarakan dan masif dilakukan. Sehingga kehatian-hatian dalam memproduksi literasi digital harus dikedepankan,” paparnya.
“Jangan sampai turut serta memproduksi hoax yang bisa memecah belah bangsa,” tutup Ahmadi yang juga aktif sebagai Wakil Sekretaris Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Lambar tersebut.
Sekadar informasi, webinar dibuka Gubernur Lampung Arinal Djunaidi serta melibatkan tiga pemateri lainnya, yaitu Awan Albana (CEO Ruang Ide Komunikasi), Rana Rayendra (CEO of Bicara Project) dan Widya Krulinasari (Dosen Fakultas Hukum Unila).
(erw/WII)





