Dia mengklaim sudah melakukan evaluasi terhadap petugas damkar dan hasilnya belum satupun petugas yang memiliki sertifikasi yang keabsahannya diakui negara.
“Tentu yang dibenahi terlebih dahulu adalah sumber daya manusia (SDM) agar sistem manajemen damkar dapat tertata dengan baik,” ungkapnya.
Sedangkan penyediaan layanan Call Center, kata Adita Karya, sebenarnya sudah terpasang nomor 06272431063.
Bagi masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran dapat menghubungi nomor tersebut di atas. Bahkan sudah dilengkapi alarm peringatan untuk petugas damkar yang ada di pos penjagaan, serta baju APD.
“Peralatan bagi petugas sebenarnya sudah lengkap, hanya saja petugas kerap terburu-buru sehingga lupa memakai APD. Sudah kami ingatkan agar petugas siaga dan waspada dengan melengkapi diri dengan APD,” paparnya.
Begitu pula dengan tangki mobil damkar memiliki kapasitas mulai dari 3.000 liter, 4.000 liter dan 5.000 liter. Selama ini, petugas mengisi tangki mobil damkar mengambil air Sungai Kudong dengan memakan waktu cukup lama.
Sebagai antisipasi, pihaknya berencana akan membangun instalasi air dalam bentuk tandon air, di 3 kecamatan dengan maksud efisiensi waktu dalam mengisi ulang tangki.
“Mudah-mudahan rencana ini dapat didukung oleh semua pihak agar sistemnya dapat terlaksana dengan baik,” ujar Adita seraya menambahkan soal honor petugas damkar Subulussalam sudah berada diatas rata-rata kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh dan keselamatan kerja petugas damkar telah diikutsertakan dalam BPJS ketenagakerjaan.
(fie)





