Kinerjanya Dikritik YARA Hingga Minta Dicopot, Begini Tanggapan Kaban Adita Karya

  • Bagikan

Kepala BPBD Subulussalam Adita Karya (Berkacamata). Foto: Khadafi/WAKTUINDONESIA

SUBULUSSALAM, WAKTUINDONESIA – Kinerja Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Subulussalam, Aceh, sempat dikritik Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) pemko pecahan Kabupaten Aceh Singkil itu.

Kritikan disampaikan Ketua YARA Subulussalam, Edi Sahputra Bako, Rabu (10/8/21), dipantik peristiwa kebakaran hebat di Desa Subulussalam Selatan, Kecamatan Simpang Kiri yang menghanguskan 10 unit rumah dan tiga lainnya rusak berat beberapa waktu lalu.

Kala itu, kinerja pemadam kebakaran (Damkar) dinilai lamban, lambat datang ke lokasi. Bahkan, saat tiba di lokasi, salah satu unit mobil damkar mogok, pompa kurang berfungsi.

Atas pristiwa itu, Edi dengan terang-terangan meminta Walikota Affan Alfian Bintang mengevaluasi kinerja Damkar. Tak sampai di situ, Edi blak-blak mendesak walikota mencopot posisi Kepala BPBD Adita Karya.

Menanggapi kritikan YARA, Kaban Adita Karya, Kamis (11/8), menilai kritikan YARA merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Ia bahkan mengucapkan terimakasih atas semua masukan dan saran.

Menurut Kaban Adita Karya, sarana dan prasarana dalam kegiatan penanggulangan kebakaran haruslah dilihat secara komprehensif agar tidak terjadi bias penafsiran.

“Soal sarana pemadam seperti pompa tak berfungsi, hal tersebut dikarenakan sebagian personel pemadam kebakaran (Damkar) kurang memahami sistem operasional atau dengan cara mengoperasikannya sehingga terkendala saat operasional di lapangan,” katanya.

Berdasarkan standar operasional damkar, pada dasarnya anggota damkar telah berhasil memutuskan sebaran api sehingga tidak menjalar ke mana-mana.

“Sebenarnya kita sudah melakukan langkah-langkah kerjasama melalui pembinaan dan pendisiplinan yang dilakukan anggota TNI terhadap petugas damkar, baik di lapangan maupun di posko. Ini sudah berlangsung sekitar enam bulan. Namun penegakan disiplin belum berubah secara signifikan. Mudah-mudahan kami berharap ada perubahan nyata,” tambahnya

BACA JUGA:  Presiden Jokowi Kenakan Pakaian Adat Lampung di Upacara HUT RI ke-76, 2 Tahun Lalu dari 2 Daerah Ini

Untuk itu, di tahun ini pihaknya akan mengadakan pelatihan dasar damkar tingkat klasifikasi D dan selanjutnya akan ditingkatkan ke klasifikasi C, B dan A dengan mendatangkan instruktur dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang ditunjuk melalui pihak ketiga dengan lisensi pengalaman dalam pelatihan damkar ditingkat formula.

  • Bagikan