“Saya kecewanya disitu, karena mobil Damkar yang hadir hanya satu unit, air yang dibawa juga cuma sedikit, begitu sampai sini malah dandan keran, setelah keran jadi airnya yang abis, sedangkan api masih besar,” ungkapnya.
“Saya juga akan melaporkan kinerja Damkar itu ke Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, supaya bupati tau bahwa kinerja damkar itu tidak bener,” pungkasnya.
Diketahui, atas kejadian itu korban kehilangan rumah dan semua barang-barang elektronik yang ada, untuk kerugian korban mencapai Rp 700juta,
Tak hanya barang-barang saja, namun semua berkas seperti ijazah SD, SMP, SMA atas nama Aliv anak dari Diana Martabaya, dan ijazah sekolah, SK honorer, STNK mobil milik Ardi Semua terbakar.
Keluarga korban juga mengharapkan supaya pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran dapat memberi bantuan guna meringankan beban akibat musibah tersebut.
(apr/WII)





