Sementara itu, Komut PT.Kabarindo Sutarno mengungkapkan ,keberadaan Kampung Cheng Ho berawal dari sebuah ide guna memberikan value dari sebuah bisnis kaveling menjadi sebuah gerakan gotong royong dengan membuat kawasan hunian terpadu, yang akan menjadi titik baru pergerakan perekonomian masyarakat, dengan adanya fasilitas perniagaan, pendidikan, peribadatan, pariwisata, dan bahkan TPU.
“Nama besar Laksamana Cheng Ho diharapkan menjadi Spirit bagi kawasan ini. Nantinya juga akan ada penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus untuk memaksimalkan penerimaan pajak daerah”, ungkapnya.
Kampung Cheng Ho merupakan bentuk pembelaan bagi pelaku usaha lokal, berbisnis sekaligus beramal jariyah, dimana sebagai langkah awal akan dibangun 10 kawasan baru.
Konsep Kampung Cheng Ho berbeda perumahan, karena pangsa yang diambil adalah kelas menengah-kecil yang justru tidak masuk dalam kreteria analisis perbankan.
“Kampung Cheng Ho sangat cocok bagi anak muda yang menginginkan kemandirian, orang tua yang ingin berinvestasi, keluarga yang menginginkan kawasan hunian sejuk, bersih dan lingkungan modern”, katanya. (Rul/WII)





