Sementara ihwal strategi percepatan vaksinasi yakni dengan metode reguler, mobile, dan sentra vaksinasi, vaksinasi menyasar (berbasis komunitas dan tempat). “Beberapa metode dimaksud dapat berjalan dengan baik jika kita mampu melakukan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan baik,” lanjutnya.
“Karena saat ini masih belum atau kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang vaksinasi sehingga masyarakat tidak antusias untuk melakukan vaksin. Itu berdasarkan data dari Dinkes Pesibar dan Lambar. Vaksinator dapat dibentuk oleh Dinkes, TNI, Polri dan bentukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI),” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Pesibar, Agus Istiqlal, menyampaikan bahwa saat ini masih kurangnya koordinasi dan sosialisasi terhadap masyarakat dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap covid-19 dan vaksinasi. “Kesolidan merupakan hal yang sangat penting dan dibutuhkan dalam upaya menyukseskan vaksinasi,” ucap Agus.
(ers/WII)





