Soal Pengelolaan Geothermal di Lambar, Ini Kata Anggota DPR RI Mukhlis Basri

  • Bagikan
Anggota DPR RI Mukhlis Basri dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Keratif (Memparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, saat berkunjung ke Kampung Kopi Rigisjaya, Air Hitam, Lambar, Rabu (29/9/21) sore. Foto: Merli Sentosa

LAMBAR, WAKTUINDONESIA – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Mukhlis Basri punya harapan besar potensi panas bumi (Geothermal) di Lampung Barat (Lambar) dapat dikelola.

Hal itu ia ungkapkan saat mantan Bupati Lambar dua periode itu, 2007-2012 dan 2012-2017, saat dia dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Keratif (Memparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, berkunjung ke Kampung Kopi di Pekon Rigisjaya Kecamatan Air Hitam, Lambar, Rabu (29/9/21) sore.

Sekadar diketahui, potensi panas bumi di Lambar tersebar di beberapa titik. Yakni Kecamatan Waytenong, Bandarnegeri Suoh, Suoh, Airhitam, Sekincau dan Batuketulis.

Terdeteksi di areal seluas 32.970 Hektar (Ha) dengan areal potensial seluas 30.500 Ha. Potensi energi yang dihasilkan mencapai 495 Mega Watt (MW).

Menurut Mukhlis Basri, potensi panas bumi di Lambar adalah sumber daya alam (SDA) yang luar biasa.

Upaya pengelolaan potensi itu terus diperjuangkan. Sebab, ia menyebut potensi itu bisa jadi sumber pandapat daerah yang luar biasa.

Bahkan, lanjutnya, jika mampu dikelola, dia memerkirakan pendapatan daerah mampu mebangun Lambar secara mendiri atau tak lagi terpaku pada APBN.

“Jika dikelola saya kita tak perlu lagi mendapat bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.

(WII)

BACA JUGA:  Pesibar Terima Rp14,446 Miliar Lebih dari Kemenkeu, Ini Prestasinya di Tengah Pandemi Corona
  • Bagikan