“Pelaksanakan Konferprov tentu harus tetap menaati protokol kesehatan. Namun demikian, ada sejumlah alternatif dalam pelaksanaannya, yakni webinar dan tatap muka,” jelas Nizwar.
Adapun webinar dapat dilakukan saat Konferprov memasuki Sidang Pleno I dan II, terkait pembahasan tata tertib dan laporan pertanggungjawaban Pengurus Periode 2016 – 2021.
“Memasuki Sidang Pleno III baru kemungkinan bisa tatap muka. Inipun masih melihat apakah bisa semua anggota hadir menyalurkan hak pilihnya. Kalaupun ternyata peserta Konferprov dibatasi aturan jumlah yang bisa hadir pada perhelatan acara, maka dapat diantisipasi dengan google form. Melalui google form, anggota dapat menentukan pilihan sesuai nuraninya,” terangnya.
Diakhir silaturahim tersebut, Nizwar yang memastikan maju pada pemilihan ketua untuk kepengurusan lima tahun mendatang menyampaikan permohonan maaf. Kata Nizwar, tentu tanpa disadari ada kehilafan, kesalahan, dan kekurangan. Namun demikian, kepengurusan ini telah berupaya maksimal agar program – program kegiatan tetap berjalan baik.
“Kami mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan,” katanya.
Mantan Pemimpin Redaksi Radar Lampung ini melanjutkan, jelang Konferprov telah bermunculan sejumlah kandidat ketua. Menurut Nizwar, semua kandidat merupakan kader terbaik yang secara etika, integritas, dan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.
“Saya berharap Konferprov ini menghasilkan yang terbaik untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan PWI dan tidak memecah persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. (Rls)





