Seorang jurnalis TV yang juga Ketua Forwako, Aat, juga mempertanyakan andai ada anggota PWI Lampung yang tertimpa masalah hukum apakah langsung dibela atau menunggu dulu.
Dengan lugas, dijawabnya, secepatnya disikapi dengan langkah-langkah yang objektif dan terukur. “PWI Lampung memiliki bagian yang terkait dengan persoalan perlindungan hukum terhadap wartawan,” katanya.
Para wartawan yang tergabung dalam Forwako Balam tampak antusias diskusi dengan Pak Ho, tak cuma terkait PWI, tapi juga berbagai hal jurnalistik sambil makan siang bersama.
Di antara mereka, ada yang tertarik bergabung dengan PWI Lampung jika Herman Batin Mangku terpilih memimpin wadah wartawan tertua di Indonesia itu di Lampung.
Sebelumnya, HBM memilih bersilaturahmi dengan jurnalis yang biasa liputan di lingkungan Pemprov Lampung di Media Center, Balai Keratun, Pemprov Lampung, Jumat (12/11/2021).
Meski sebagian bukan anggota PWI Lampung, namun bagi mantan Redaktur Liputan SKH Lampung Post hal itu merupakan upaya merangkul wartawan dari semua wadah organisasi.
“Saya mohon izin dengan teman-teman semua. Dengan tagline merawat marwah wartawan, saya ingin membuka diri dengan wadah-wadah atau komunitas wartawan serupa untuk bersama-sama meningkatkan kualitas kita sebagai wartawan,” ujarnya.
Gedung PWI, menurutnya, akan selalu terbuka bagi insan pers yang ingin bergabung maupun berdiskusi. “Apapun wadah profesi kita, PWI milik wartawan, bukan milik sekelompok saja,” katanya.
Dia tidak pernah melihat teman-teman ini dari media mana atau organisasi apa. “Intinya kita harus bersama saling asah dan asuh,” ucapnya.
HBM juga mengaku siap menjalankan profesi jurnalis sesuai dengan koridor apabila dipercaya pimpin PWI Lampung. “Saya akan toleran dan demokratis dalam menyikapi dan memutuskan segala sesuatunya,” katanya.
Dia berharap PWI yang akan datang semakin tegak melangkah dengan martabatnya.
(hj/WII)





