Menurutnya, di masa pandemi seperti saat ini ada beberapa pekerjaan yang terhambat atau bahkan gagal dibangun, hal itu menyusul adanya peraturan dari pemerintah pusat dalam penggunaan DD di tengah pandemi.
“Kalau rencana tentu kita sudah ada tahun 2021 ini, tetapi karena pandemi akhirnya anggaran DD digunakan untuk penanganan covid-19, seperti membeli Alat Pelindung Diri (APD), masker, handsanitaizer dan juga tempat cuci tangan di tempat-tempat umum,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, untuk di tahun 2022 pihaknya telah melakukan musyawarah tingkat dusun dan sudah mengantongi beberapa bangunan yang diinginkan oleh masyarakat.
“Kita berkeinginan tahun 2022 ini melakukan pembangunan infrastruktur, namun kita masih menunggu pagu anggaran yang di kirimkan dari pusat, apakah tahun depan ini full untuk infrastruktur atau masih dipergunakan untuk penanganan pandemi covid-19,” tandasnya.
(Apr/WII).





