Sementara itu, menurut Muawanah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Islamiah (MI-JI) Teba Jawa berita yang beredar yang menyatakan Kemenag tidak perduli itu tidak benar.
“Diberita itu menyampaikan Kemenag tidak perduli itu hoax, sebaliknya kami sangat bersyukur dengan adanya Kementerian Agama yang kompeten, yang selalu melindungi kami selaku Kepala Madrasah termasuk guru-guru Madrasah, Kementerian Agama sangat Perduli dengan kami dalam hal apapun,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Tebajawa Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran ramai-ramai mendatangi Madrasah Ibtidaiyah Jamiatul Islamiyah (MI-JI) di desa setempat, Minggu (21/11/2021).
Hal itu mereka dilakukan guna membongkar atap MI-JI yang sudah lapuk, dan dikhawatirkan atap dari sekolah yang merupakan satu-satunya aset pendidikan di desa itu akan runtuh menimpa para siswa.
Menurut, Kepala Desa Teba Jawa Amrulloh bersama Pemerintahan Desa dan Komite sekolah MI-JI mengatakan, sudah bertahun-tahun sejak sebelum dirinya mejadi Kepala Desa Teba Jawa bahwa telah mengajukan proposal ke Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran namun tak kunjung ada respon.
(Apr/WII)





