“Tahun ini rencananya kami akan membuka posko pengaduan berbasis Internet, dengan begitu masyarakat yang jauh dari pusat ibu kota Pesawaran, dapat melaporkan permasalahan yang menimpa anak-anak melalui Internet maupun nomor telpon,” terangnya.
Dirinya berharap, dengan adanya para kader di tingkat desa dapat menekan angka kekerasan terhadap anak-anak di Bumi Andan Jejama.
“Kami juga siap untuk mendampingi dan menangani korban-korban kekerasan terhadap anak, baik dari hukum maupun trauma healing kepada korban akibat kejahatan dan kekerasan seksual terhadap anak,” pungkasnya.
(WII)





