“Sebelumnya kami menjual gorengan dengan harga 1000 satu bijinya, tapi sekarang kami menjual dengan harga 5000 empat biji gorengan, ya karena kalau kita tidak menaikan harga, maka kami akan mengalami kerugian,” ujar dia.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Alex pemilik Rumah Makan Karomah yang ada di Gedong Tataan, dirinya berharap, supaya adanya solusi untuk harga minyak goreng yang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Kalau seperti ini terus bisa kita yang mengalami kerugian, karena harga minyak menjadi mahal, barangnya sulit didapat juga mas,” kata dia.
“Apalagi kalau seperti kami yang pemilik rumah makan, pengeluaran kami lebih besar namun pemasukan kami terus berkurang, dan kami juga tidak bisa menaikan harga dagangan kami,” pungkasnya.
(WII)





