Bahkan, lanjutnya, setiap hari ratusan mobil dump truk yang lewat menimbulkan polusi jika musim kemarau, dan jalan yang berlubang menjadi becek jika musim hujan. Sehingga rentan menimbulkan kecelakaan bagi pengendara yang lewat. Apalagi di sini ada empat sarana pendidikan yakni SMA N 2 Gadingrejo, SMK Patria, dan MTS Raden Intan, dan MTS Babusalaam.
“Kasihan pak, ini kan jalan yang seringkali dilewati para pelajar. Harapan kami ada itikad baik dari pihak tambang untuk segera memperbaiki jalan ini, ” kata dia.
Sementara itu, Kapolsek Gadingrejo Iptu Anwar Mayer Siregar yang langsung datang ke lokasi blokade mengatakan pihaknya sudah berusaha menjalin komunikasi dengan pihak pemilik tambang. Namun, waktunya harus diatur lagi, sebab pengusaha tambang saat ditemui tidak ada di lokasi.
“Kami penginnya masalah ini bisa diselesaikan secara mediasi. Kita pertemukan kedua pihak, apa yang menjadi harapan warga dan pengusaha sehingga nanti ditemukan solusinya. Mudah-mudahan segera ada waktu bernegosiasi. Kita rembuk Pekon lah, tinggal cari waktu terbaik karena pengusaha tersebut saat kami datangi tidak ada di lokasi tambang,” ucap dia.
Terpisah, Andi Robi, pemilik tambang batu belah CV Sinar Bumi Mandiri mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi soal truk pengangkut material miliknya yang tidak diperbolehkan melewati jalan Pekon Wonodadi dan Wonosari. Ia mengatakan, selama ini perusahaan miliknya sudah berusaha memperbaiki jalan yang rusak tersebut.
“Waduh saya belum dapat info, jadi saya tidak bisa jawab,” pungkasnya.
Pantauan media ini, jalan diblokade dengan dipasang bambu setinggi dua meter. Sejak pagi tadi, truk pengangkut material batu tidak diperbolehkan lewat. Kemudian untuk truk pengangkut lainnya, dialihkan melewati jalan alternatif lainnya.
(WII)





