“Tentunya untuk pengisian jenis BBM merupakan hak konsumen yang disesuaikan dengan kemampuan dan spesifikasi kendaraan. Tapi kalau kita lihat sekarang ini ya banyak konsumen yang beralih dari partamax ke pertalite karena selisih harga yang cukup tinggi,” ujarnya.
Sementara, Fauzan (23) warga yang sedang melakukan pembelian BBM pertalite mengatakan bahwa pihaknya sudah terbiasa membeli BBM partamax untuk kebutuhan kendaraan roda duanya.
“Sebelum adanya kenaikan harga BBM partamax ya saya rutin membeli partamax, namun semenjak ada kenaikan saya sudah tidak sanggup membeli partamax karena harganya cukup tinggi,” kata dia.
“Tapi kalo sekarang saya sudah beralih ke BBM pertalite, tentu karena harganya lebih murah, kalau ga salah selisih harganya sampai Rp5 ribu,” pungkasnya.
(WII)





