BACA JUGA: Berita Seputar Kabupaten Simalungun
Bupati Parosil bahkan melihat langsung ketika peruhasaan itu memeroduksi pakan ikan itu.
Kemudian, Bupati Parosil dan rombongan melanjutkan peninjauan ke sentra budidaya ikan KJA yang dikelola masyarakat di Danau Toba.
Bupati juga berbincang langsung dengan pengelola KJA. Banyak yang didiskusikan Bupati Parosil, mulai dari cara pembenihan, perawatan, produksi hingga pemasaran.
Menurut Bupati Parosil, tujuan utama pihaknya melangsungkan kunker ke Simalungun dalam rangka belajar atau mengadopsi sistem pengelolaan KJA di Danau Toba untuk diterapkan di Danau Ranau Kabupaten Lampung Barat.
Bupati Parosil sempat bercerita bagaimana pengelolaan KJA di Simalungun sehingga mampu memeroduksi ikan yang mampu memenuhi permintaan pasar.
Menurutnya, cara budidaya ikan masyarakat di wilayah Danau Toba dengan sistem KJA sudah didukung fasilitas yang memadai dengan standar tertentu.
Bahkan ia yakin, telah dikelola dengan tekhnologi lebih canggih. Mulai dari pakan, isi pakan dan penjualan ikan masuk ke PT Japfa. Standartnya minimal berbobot 800 Gram (8 Ons).
“Ini yang mesti dicontoh untuk Kabupaten Lampung Barat. Jadi, kita ini tujuannya meningkatkan taraf hidup petani-petani lokal, untuk lebih sejahtera, lebih makmur,” imbuhnya.
Bahkan saking ingin mempelajari budidaya ikan itu, di hari ketiga, Sabtu, 11 Juni 2022, Bupati Parosil dan rombongan kembali berkunjung di tempat pengolahan ikan nila yang berada di Kabupaten Simalungun.
Diketahui, pengelolaan ikan air tawar dengan sistem KJA di Danau Ranau di Kecamatan Lumbokseminung juga telah dilirik perusahaan.
Baca: PT Bakal Pasang KJA Senilai 150 M di Danau Ranau Lumbokseminung, plus 250 M Pengolahan Ikan
(WII)





