“Namun demikian pesan saya didalam pelestarian mangrove ini, jika ada pencemaran lingkungan, diharapkan Pemda segera fasilitasi dan bersinergi sebagai pelindung, karena tadi kita tahu bahwa sebenarnya pengusaha itu juga dapat manfaat dari keberadaan ekosistem mangrove yang baik ini,” pesannya.
Loto juga mengungkapkan, jika ada perbedaan tafsir terkait mangrove agar dapat difasilitasi oleh Pemda untuk dijadikan sinergi bersama-sama.
“Karena pelestarian lingkungan itukan sebenarnya isu yang memang sudah wajib seluruh umat di dunia merawat alam ini, bukan hanya di desa, Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung saja, semuanya,” ungkapnya.
Loto menambahkan, karena pesan G-20 itu termasuk menjaga lingkungan ini supaya lestari yang berkaitan penurunan pemanasan global dengan target 29 % tahun 2030 salah satu langkah yang dilakukan pelestari mangrove ini membantu menurunkan emisi karbon.
“Langkah ini mendukung program pak Jokowi, yang telah disyahkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK),” jelasnya.
Sementara itu Ketua Pelestari Mangrove Petengoran, Toni Yunizar menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Ibu Loto Srinaita Ginting Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN telah menyempatkan diri ke kawasan edukasi dan ekowisata Mangrove Petengoran.
“Ini salah satu kehormatan bagi kami selaku Pelestari Mangrove Petengoran Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, terimakasih Ibu Loto atas perhatiannya, meski demikian kami terus berusaha dan tetap semangat merawat dan menjaga pelestarian ini dari kerusakan maupun pencemaran lingkungan hingga anak cucu kami,” pungkasnya.
Diketahui peninjauan ini dilakukan setelah sebelumnya staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting menghadiri acara Harvesting Lagawi Fest Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan rakor P3GN di Pulau Tegal, Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
(WII)





