“Adapun penanggulangan bencana itu tidak hanya untuk satu pihak saja. Tapi, urusan bencana adalah urusan semua pihak, the sistter expredy bisnis sehingga dalam rangka menanggulanginya dapat kita lakukan bersama,” timpalnya.
Dirinya mengatakan, dukungan untuk pelestarian lingkungan hidup itu, ada peran dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan kementerian-kementerian lainnya.
“Tentunya kita perlu bersinergi sehingga adanya ulah manusia atau tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab terhadap lingkungan itu bisa dikurangi, bisa diminimalisir,” utasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Lampung Joni, T berharap, adanya Hutan Mangrove Petengoran ini bermanfaat bagi masyarakat, karena, selain kondisi hutan mangrovenya terawat utuh, juga salah satu upaya menghadapi perubahan iklim dan mitigasi bencana.
“Ini salah satu contoh kecil upaya Kelompok Petani Hutan (KPH) Mangrove Petengoran, atau Kelompok Pelestari Mangrove Petengoran untuk menghadapi perubahan iklim atau mitigasi bencana, jadi saya berharap masyarakat juga ikut bersama menjaga Kawasan Hutan Mangrove Petengoran ini dari kerusakan,” pungkasnya.
(WII)





