Namun demikian, pihaknya tak menampik jika ancaman boikot pemilu oleh masyarakat Wayharu tersebut viral hingga ke KPUD Pusat.
Zairi menerangkan ancaman boikot pemilu dimaksud pada dasarnya tidak berpengaruh terhadap kelangsungan dan stabilitas pemilu itu sendiri.
“Akan tetapi KPUD Pesibar tetap melakukan pelayanan terhadap masyarakat Wayharu yang berkenaan dengan pemilu,” lanjutnya.
“Jumlah mata pilih masyarakat empat pekon di Wayharu yaitu Pekon Wayharu, Bandardalam, Siringgading, dan Waytiyas mencapai kurang lebih 4.000 suara,” tukasnya. (WII)





