Namun ketika disinggung dengan peruntukkan gedung RKB, Yuelda tak menampik jika pada dasarnya tujuan dibangunnya gedung tersebut adalah untuk murid.
“Tapikan dalam hal ini tidak ada yang dirugikan. Murid tetap belajar seperti biasa. Murid tetap belajar di gedung kita,” ujarnya.
“Begini, jika diinformasikan pembangunan gedung asal-asalan, kemarin bisa dilihat sendiri bagaimana keadaan gedung. Yang menurut Kankemenag satu unit, sedangkan kita bisa dilihat sendiri dua unit. Dari situ sudah kelihatan mana yang kira-kira masuk di akal, kalau sudah dua unit otomatis sudah lebih dari anggaran, kan begitu logikanya,” imbuhnya.
Namun ketika ditanya ihwal besaran anggaran bantuan dimaksud, Yuelda justru enggan menyebutkan secara rinci dengan alasan sensitif dan meminta agar bisa bertemu secara langsung.
“Kalau masalah anggarannya sensitif, karena itu masalah duit. Kalau memang benar-benar ingin tahu berapa pasti anggarannya boleh kita tatap muka,” tukas Kamad Yuelda.
Sekadar diketahui, sebelumnya wartawan media ini sudah mendatangi secara langsung ke MTs Islamiyah Pugungtampak untuk konfirmasi terkait ihwal dimaksud.
Namun sayangnya Kamad Yuelda belum tiba di sekolah.
(WII)





