“Semua kapal hendaknya melengkapi jaket pelampung, pelampung penolong, dan alat isyarat visual seperti isyarat asap apung, yang digunakan pada siang hari dan pada malam hari dapat menggunakan obor tangan atau obor parasut, dan saya juga minta agar nelayan membawa suku cadang untuk mengganti peralatan kapal yang rawan rusak serta membawa ketersediaan bahan bakar tambahan,” ujar dia.
Menurutnya, saat melakukan aktivitas penangkapan di laut saat kondisi ekstrim, para nelayan diminta untuk saling berdekatan guna mempermudah mendapat bantuan jika terjadi kendala ataupun hal-hal yang tidak diinginkan.
“Dalam kondisi ditengah laut yang ekstrim, seluruh nelayan harus bisa menjaga dan membantu satu sama lainnya, sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan bisa saling membantu dan segera lapor ke pos terdekat,” pungkasnya.
(WII)





