Pembuat dan Penjual Aplikasi BRImo Palsu Ditangkap Polisi, per Link Dijual Jutaan Rupiah

  • Bagikan

TULANG BAWANG, WAKTUINDONESIA – Seorang pria warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat (Jabar) JU als J (34) ditangkap polisi Tulang Bawang Provinsi Lampung, Jumat, 11 November 2022 sekitar pukul 11.00 WIB.

JU ditangkap lantaran diduga pembuat dan penjual aplikasi BRImo palsu.

Terduga pembuat dan penjual aplikasi BRImo palsu ini diciduk polisi di Tulang Bawang, tepatnya Kampung Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo saat dalam perjalanan dari Jakarta menuju ke Rawa Jitu Selatan.

Demikian ditandaskan Kapolres Tulang Bawang, AKBP Hujra Soumena, Kamis, (17/11/22).

Menurut Kapolres Hujra, aplikasi palsu BRImo diduda digunakan komplotan spesialis pembobol nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya, JU mengaku telah tiga kali menjual link aplikasi BRImo palsu kepada IS (23) yang telah lebih dahulu ditangkap pada Rabu (09/11/2022), pukul 19.00 WIB, di Rawa Jitu Selatan bersama dengan 11 orang rekannya.

Harga tiap link aplikasi BRImo palsu itu ternyata jutaan rupiah.

“Harga setiap link aplikasi palsu BRImo yang dijual oleh pelaku JU als J kepada pelaku IS adalah sebesar Rp2 juta, dan uang tersebut telah habis dipergunakan oleh pelaku untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap AKBP Hujra.

Kapolres menjelaskan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugasnya terhadap pelaku JU als J terungkap bahwa pelaku membuat aplikasi palsu BRImo secara otodidak.

“Pelaku JU als J ini membuat aplikasi palsu BRImo secara otodidak dengan belajar langsung dari membuka Youtube (YT), dan kesehariannya pelaku membuka konter handphone (HP) di rumahnya,” jelas perwira dengan pangkat melati dua dipundaknya.

Orang nomor satu di Polres Tulang Bawang ini menambahkan, total ada 13 pelaku yang sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus kejahatan hacking spesialis nasabah BRI. Mereka terdiri dari 11 orang dewasa dan 2 orang anak dibawah umur.

BACA JUGA:  Sah! SK Kepengurusan SMSI Lampung Barat Terbit, Ini Pengurusnya

“Adapun peran dari pelaku JU als J adalah membuat aplikasi palsu BRImo dan menjual aplikasi tersebut kepada pelaku IS. Sementara pelaku IS yang merekrut 11 pelaku lainnya dan mengendalikan langsung kejahatan hacking,” imbuh AKBP Hujra.

“Pelaku JU als J saat ini sudah ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenakan Pasal 50 Jo Pasal 34 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 miliar.”

(WII)

  • Bagikan