Dijelaskan Zulqoini, setiap umat muslim sangat menginginkan untuk bisa beribadah umroh, meski hanya sekali seumur hidup. “Bapak ibu adalah orang yang Allah pilih dan Allah panggil untuk itu, oleh karena itu harus sangat disyukuri. Ada banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan tersebut, ada orang yang sebelum berangkat keburu menghadap sang khaliq,” jelasnya.
Zulqoini juga tak luput memberikan doa agar para jamaah diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali berkumpul bersama keluarganya. “Pergunakanlah kesempatan emas ini untuk beribadah kepada Allah, mohon ampunan, mendoakan kebaikan bagi diri, keluarga, bangsa dan negara. Fokuslah untuk ibadah, lupakan sejenak urusan duniawi,” lanjutnya.
Zulqoini berharap jamaah umroh menerapkan kebiasaan ibadah untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. “Selama kurang lebih 10 hari bapak-ibu berada di tanah suci, berikanlah ucapan dan perilaku yang baik disana, karena selain sebagai pribadi bapak-ibu sekalian adalah duta negara yang merepresentasikan kepribadian bangsa Indonesia, bersikaplah santun, taat aturan, dan sabar,” tandasnya.
Turut hadir dalam pelepasan tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Audi Marpi, Kabag Kesra, Suparmi, Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, Heny Yulistiani, Ketua DPRD Pesibar, Agus Cik, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas dan Pelaksana di lingkungan Pemkab Pesibar dan para jamaah Majelis Taklim. (WII)





