“Dengan terbukanya akses jalan alternatif dengan lebar 14 Meter itu diharapkan dapat memancing minat masyarakat untuk lebih memilih membangun rumah huniannya di wilayah jalur alternatif ketimbang di sisi laut,” terangnya.
Menyinggung soal kebutuhan anggaran dalam upaya membuka badan jalan di sepanjang jalur alternatif tersebut, Tanwir tak menampik bahwa untuk mewujudkannya membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Mengingat, bentangan badan jalan yang harus dibuka saat ini didominasi oleh hutan dan area perkebunan masyarakat.
“Sebelumnya Pemkab Pesibar sudah beberapa kali mengajukan hal ini ke pusat. Sayangnya sampai saat ini harapan akan adanya kucuran dana dari pusat belum juga terwujud,” imbuhnya.
Masih kata Tanwir, jalur alternatif tersebut nantinya juga bisa saja untuk dijadikan sebagai jalan nasional.
“Dinilai dari lebar jalan yang mencapai 14 Meter juga sangat memungkinkan untuk dijadikan jalan nasional nantinya. Karenanya Pemkab Pesibar berharap kedepan pemerintah pusat bisa mengalokasikan anggaran untuk pembukaan badan jalan jalur alternatif itu, sehingga bisa terrealisasi dan selesai lebih cepat,” tukas Tanwir. (WII)





