Kedua bus itu bakal melayani penumpang sepanjang rute Liwa – Kebun Tebu. Yakni, Kecamatan Gedung Surian, Air Hitam, Way Tenong, Sekincau, Batu Ketulis, Belalau, Batu Brak hingga Kecamatan Balik Bukit (Liwa).
Soal tarif, ternyata cukup murah. Hanya Rp25 ribu saja. Tarif tersebut tidak berdasarkan jarak. Artinya, jauh dekat tetap dikenakan Rp25 ribu.
Jika penumpang ingin PP Liwa – Kebun Tebu atau sebaliknya cukup hanya merogoh kocek Rp50 saja.
“Adanya layanan bus DAMRI tersebut tentunya dampaknya akan sangat baik untuk perekonomian masyarakat,” ujarnya
Ia berharap ke depan akan ada tambahan armada bus DAMRI yang dapat menyisir di kecamatan-kecamatan lain yang ada di Kabupaten Lampung Barat.
“Ke depan, dinas perhubungan akan mengakaji untuk mengajukan trayek baru terhadap DAMRI. Karena dampaknya cukup baik bagi Lampung Barat. contoh Liwa-Lumbok Seminung, bahkankan bisa jadi Liwa-Bandarlampung,” ujarnya.
Sugeng juga mengajak masyrakat untuk berpartisipasi untuk ikut andil dalam menyebarkan informasi pembukaan angkutan Damri printis dengan menyampaikan melalui media sosial
“Semua bisa berpartisipasi dengan menyerbarkan, baik melalui WA, FB, IG atau menyampaikan secara langsung terhadap teman, kerabat dan keluarga kita,” ajaknya.
Sementara itu, perwakilan menagemen DAMRI, Eri S berharap angkutan perintis DAMRI Liwa – Kebuntebu berjalan baik.
“Semoga ke depannya angkutan perintis DAMRI Liwa-Kebuntebu berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
(WII)





