“Untuk antisipatif dan pencegahan adanya kejadian serupa kedepannya, kami juga meminta siswa untuk membuat surat perjanjian dan dilakukan perdamaian dengan konsekuensi akan diproses secara hukum jika melanggar,” ujar dia.
Menurutnya, dari hasil penyelidikan, bahwa pelajar yang tertangkap ini mengaku ingin membalas dendam dikarenakan salah satu teman mereka yang dikeroyok oleh para pelajar sekolah lain.
“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban, dan kedua belah pihak sudah dilakukan perdamaian dan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali,” pungkasnya.
(WII)





