“Ya memang seharusnya pengambilan sampel itu dilakukan secepat mungkin, namun keadaan bahwa kita memang tidak memiliki alat-alat uji maka kita hanya bisa menunggu Tim dari provinsi,” timpalnya.
Menurutnya, pihak DLH juga tidak bisa menerka-nerka terkait penyebab dari pencemaran lingkungan tersebut.
“Kita tidak menebak-nebak penyebab itu dari tumpukan sampah, atau pencemaran dari pembuangan air raksa tambang emas liar. Makanya kita tunggu dulu nanti supaya lebih jelas diketahui oleh masyarakat,” pungkasnya.
(WII)





