“Suami saya ini hanya profesi kuli, kemudian saya hanya ibu rumah tangga. Sedangkan kalau kami membawa anak saya ke Jakarta kan butuh biaya ketika disana kemudian anak disini juga kan butuh biaya,” timpalnya.
Dirinya bersama suaminya tak berhenti memperjuangkan nasib putri bungsunya itu. Di tengah hidup yang pas-pasan, dia terus berusaha agar si buah hati bisa tumbuh selayaknya anak balita normal.
“Selama ini anak kami kontrol menggunakan BPJS, namun ada beberapa obat dan susu yang harus ditebus secara mandiri, maka dari itu kami sangat berharap uluran tangan dari para Dermawan,” pungkasnya.
(WII)





