Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pringsewu turut serta dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
“Selain beras, juga masih terdapat potensi unggulan lain di Kabupaten Pringsewu, yaitu cabai, bawang merah dan jagung, serta sektor perikanan dan peternakan,” ucapnya.
Ia melanjutkan, keberhasilan pelaksanaan Kartu Petani Berjaya dalam peningkatan kualitas penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Pringsewu, menjadi andalan dalam usaha penyediaan sarana pupuk yang terjangkau.
“Tahun 2022, Kabupaten Pringsewu memperoleh kategori Implementasi Terbaik KPB dari Gubernur Lampung dengan nilai transaksi penebusan KPB mencapai Rp 11 milyar,” pungkasnya.
(WII)





