“Pemkab juga terus berupaya melestarikan budaya daerah, mulai dari pembinaan dan pengenalan budaya daerah kepada anak-anak sejak dini, pelaksanaan event kebudayaan untuk mempromosikan budaya khas ke publik serta mencatatkan sembilan objek karya budaya Pesibar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Pesibar pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek),” lanjutnya.
Zulqoini memaparkan terkait 64 Peraturan Bupati (Perbup), serta terdapat 16 peraturan yang secara langsung bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat dan daerah yang bernilai strategis. Secara garis besar, dari 19 kebijakan strategis diarahkan untuk Pertama, meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas. Kedua, meningkatkan kesetaraan gender dan anak. Ketiga, meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Keempat, meningkatkan pembangunan ekonomi daerah dengan fokus pada potensi lokal.
“Dengan segenap tenaga dan upaya serta dukungan dari DPRD Pesibar, Pemkab Pesibar yakin kita dapat mewujudkan target serta sasaran dari pembangunan daerah untuk tahun- tahun mendatang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
“Selamat ulang tahun Ke-10 untuk Pesibar yang kita cintai. Semoga kita mampu mewujudkan Indonesia pulih dan bangkit untuk wujudkan Pesibar yang amanah, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.
Dalam momen tersebut juga diwarnai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan secara bergantian dan foto bersama Bupati-Wakil Bupati, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Pesibar, serta Forkopimda Pesibar Lambar.
(WII)





