Sebab itu, Ia berharap melalui gelaran Krui Pro memberikan dampak ekonomi yang positif. Berdasarkan data yang berasil dihimpun, dampak ekonomi positif dari kegiatan Krui Pro tahun lalu mencapai Rp4 Milyar lebih. “Tentu diharapkan dampak ekonomi positif dari Krui Pro tahun ini dapat lebih meningkat,” tandasnya.
Sementara Gubernur Arinal mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan lomba selancar bertaraf Internasional tersebut. Ia meminta agar masyarakat terus menjaga tingkat keamanan di wilayah Pesibar yang juga terkenal sebagai daerah yang sangat aman.
Namun demikian Arinal juga tak menampik jika akses menuju kabupaten paling ujungnya Lampung itu terbilang sangat jauh, dimana dari Bandar Lampung untuk menuju Krui membutuhkan waktu tempuh hingga enam jam. “Kita akan perjuangkan dan saya akan berjuang. Mudah-mudahan Bandara Muhammad Taufik Kiemas bisa berfungsi secara Internasional. Saya minta lahannya untuk ditambah dan disiapkan,” ucap Gubernur.
Menurut Arinal, keindahan pantai disepanjang wilayah Pesibar melebihi Bali. Terlebih Ia menilai ada kesamaan kultur antara masyarakat Pesibar dengan Bali yaitu baik, ramah, dan merupakan wilayah yang aman.
“Saya hanya janji satu kepada masyarakat Pesibar, Bandara Muhammad Taufik Kiemas akan saya perjuangkan. Akan saya penuhi pesawat yang lebih besar untuk terbang di Bandara Muhammad Taufik Kiemas,” tukasnya.
Pembukaan WSL ditandai dengan pemukulan cetik oleh Gubernur Lampung didampingi Bupati-Wakil Bupati Pesibar, Ketua DPRD Pesibar, Ketua TP-PKK, Ketua I TP-PKK Pesibar, dan seluruh tamu kehormatan.
Sekedar diketahui Izin menyampaikan gelaran WSL Krui Pro QS 5000 Tahun 2023 akan dimeriahkan oleh 294 peselancar yang berasal dari 14 negara dengan 33 official. Dari jumlah keseluruhan peserta sebanyak 294 tersebut terdiri dari empat divisi yaitu Men’s QS 5000 sebanyak 120 peserta, Women’s QS 5000 sebanyak 75 peserta, Men’s Junior Pro sebanyak 55 peserta, dan Women’s Junior Pro sebanyak 44 peserta. (ers/WII)





