Dirinya menjelaskan, komoditas pangan diproduksi pada wilayah tertentu dan bersifat musiman. Namun, konsumsinya tersebar dan merata di seluruh daerah di Kabupaten Pesawaran.
“Pola panen antar waktu tersebut menyebabkan adanya variasi suplai produksi dan harga pangan. Dengan demikian suplai akan meningkat dan menyebabkan adanya kesenjangan antara produsen dan konsumen,” jelasnya.
“Kalau untuk di Kabupaten Pesawaran, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan distribusi pangan terhambat,” pungkasnya.
(WII)





