Menurutnya, selama ini kegiatan yang berhubungan dengan desanya jarang diberitahukan ke masyarakat.
“Saya tidak mengetahui persoalan bibit pinang di desa saya pak,” ujarnya, Minggu (27/8/2023).
Hal senada dikatakan warga lainnya Asep, Ia mengatakan bahwa tidak mengetahui pengadaan bibit pinang di desanya.
“Kurang tau juga ya. Pak Wahono soalnya ini,” kata Asep.
Ia juga mengatakan bahwa di desanya tidak ada perguruan silat sunda karena telah tujuh tahun bubar.
Sementara, Kades Panca Bakti Kecamatan Tegineneng Wahono membantah hal tersebut. Menurut Wahono semua kegiatan di desanya telah direalisasikan dengan benar dan sesuai aturan.
Ia juga menegaskan untuk harga bibit pinang per batang dari pihak ketiga dengan harga sebesar Rp8.000.
“Semua sudah saya realisasikan dan menurut saya tidak ada penyimpangan. Kalau untuk bibit pinang itu jenis betara dari pihak ketiga (pemilik CV) seharga Rp8.000,” dalih Wahono, melalui sambungan telepon.
(WII)





