Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesawaran, Jayadi Yasa mengatakan bahwa penyebaran informasi hoaks cenderung meningkat menjelang pelaksanaan Pemilu.
“Penyebaran hoaks dapat terjadi mulai dari tahap pra-Pemilu, selama Pemilu, hingga pasca-Pemilu, dan dampaknya adalah masyarakat tidak memperoleh informasi yang obyektif,” ucapnya.
Dalam hal ini, Ia mendorong masyarakat untuk berpikir kritis sebelum menyebarluaskan informasi melalui media sosial, dengan menggali sumber berita yang kredibel.
(WII)





