“Aplikasi ini juga sudah bisa diakses secara langsung oleh masyarakat melalui pesawaran.qarcis.com pertanggal 1 Desember lalu, dan sampai saat ini kita belum mendata sudah berapa wisatawan yang membeli karcis melalui secara online tersebut,” timpalnya.
Dirinya menjelaskan, saat ini baru ada lima tempat destinasi wisata yang karcisnya dapat diakses melalui online, karena menurutnya, sampai dengan saat ini pihaknya masih kesulitan dalam membuat semua tempat wisata menjadi satu sistem
“Para pengelola tempat wisata kita ini belum mau dijadikan menjadi satu sistem, ini yang harus kita edukasi kepada para pengelola, sehingga mereka juga ikut terlibat dalam peningkatan PAD,” pungkasnya.
(WII)





