“Kita juga telah membentuk tim pendukung guna memaksimalkan keberhasilan evakuasi harimau yang telah menyerang warga tersebut, sehingga kita berharap langkah yang telah kita buat bersama tim gabungan bisa membuahkan hasil yang maksimal,” katanya.
Seperti diketahui, keberadaan harimau sumatera itu dalam dua minggu terkahir telah menelan korban jiwa. Keduanya diduga diterkam dan meninggal dunia.
Kedua korban diterkam harimau itu adalah warga Pemangku Sumber Agung II, Pekon Sumber Agung, Kecamatan Souh, Lampung Barat, Gunarso (47).
Kemudian, warga Pemangku (Dusun) Peninjauan, Pekon Bumi Hantati, Kecamatan BnS, Lampung Barat, Sahri alias S (28).
Gunarso ditemukan meninggal dalam kondisi jasad yang mengenaskan diduga akibat terkaman harimau tak jauh dari kebunya di Pekon Sumber Agung, Kamis, 8 Februari 2024 malam.
Demikian juga Sahri. Pria muda itu ditemukan telah meninggal dengan kondisi organ tubuh tak utuh, diduga diterkam harimau, Kamis, 22 Februari 2024 dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.***




