Dirinya menjelaskan, gangguan kesehatan yang sering terjadi di lokasi bencana banjir, mulai dari demam, diare dan gangguan pernapasan, kemudian gatal-gatal di bagian kulit.
“Kita juga mengantisipasi, keluhan para lansia yang mungkin dia mengidap penyakit yang mengharuskan mengkonsumsi obat secara rutin, namun obat-obatannya terbawa banjir seperti penyakit jantung, darah tinggi dan lainnya, makanya semua obatnya kita siapkan di posko,” jelasnya.
Dirinya mengungkapkan, bahwa posko tersebut direncanakan akan berdiri selama dua hari, dan nantinya pelayanan kesehatan akan kembali lagi ke Puskesmas yang letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi banjir.
“Setelah dua hari, pelayanan akan kembali lagi ke Puskesmas, karena kebetulan Puskesmas tidak terlalu jauh dari lokasi banjir kemarin, nantinya kita juga akan melakukan pengecekan kesehatan secara mobile kepada masyarakat korban banjir,” pungkasnya.
(WII)





