Lebih lanjut, saat ini ketersediaan pasokan beras masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di Pesibar, kendati jumlahnya tidak terlalu melimpah yang disebabkan panen raya padi secara nasional dan di Pesibar baru akan terjadi April mendatang. “Memasuki bulan Ramadhan biasanya permintaan terhadap bahan pangan terutama beras semakin tinggi. Sedangkan ketersediaan beras sangat terbatas, hal ini menyebabkan harga beras semakin tinggi dipasaran,” jelasnya.
Agus menerangkan, harga komoditi beras medium saat ini dipasar tradisional sudah mencapai harga Rp16 ribu per Kg, begitu juga komoditi yang lain seperti minyak goreng, telur, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan gula merupakan kebutuhan pokok rumah tangga. Tingginya harga tersebut membuat masyarakat mengalami kesulitan. “GPM yang dilaksanakan hari ini untuk menjamin pasokan ketersediaan pangan yang dibutuhkan dan dapat dibeli dengan harga yang lebih terjangkau yaitu beras medium per 5 Kg dengan harga jual Rp54 ribu, minyak goreng dengan harga jual Rp14 ribu per Liter, gula pasir dengan harga jual Ro15 ribu per Kg, telur ayam ras dengan harga jual Rp50 per Kg, dan tepung terigu dengan harga jual Rp12 ribu per Kg,” ungkap Bupati merincikan.
Masih kata dia, pihaknya meminta agar seluruh OPD ikut serta berkontribusi dan menjadikan GPM sebagai kegiatan yang rutin diselenggarakan di Pesibar yang diharapkan tidak hanya membantu masyarakat untuk dapat membeli bahan pangan dengan harga murah, tetapi juga dapat menghidupkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Pesibar.
“Juga diharapkan agar melalui GPM dapat menjadi sarana promosi dan pemasaran produk komoditi pertanian dan peternakan yang merupakan hasil kelompok tani dan peternak di Pesibar yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (ers/WII)





