Selain itu, pihaknya juga memastikan intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pangan lokal diterima ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi, seluruh catin dan ibu hamil serta balita diberikan edukasi di posyandu serta memastikan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Intervensi Serentak.
“Kami juga memastikan seluruh kader posyandu memiliki keterampilan dalam penimbangan dan pengukuran antropometri terstandar serta penyuluhan untuk catin, ibu hamil dan balita,” ujarnya.
“Karena saat ini setiap posyandu sudah dilengkapi alat antropometri dan di dampingi oleh 2.380 kader posyandu terlatih,” pungkasnya.
(WII)





