“Kemungkinan dari terminal yang terhubung ke kulkas penyimpanan obat-obatan. Tapi, ini hanya dugaan, kita masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian dan pemadam kebakaran,” kata dia.
“Dalam ruangan tersebut banyak menyimpan barang yang mudah terbakar. Sehingga diduga membuat api dengan cepat membesar,” tambahnya.
Menurutnya, meskipun mendapatkan musibah ini, namun pelayan Puskemas Bernung masih tetap berjalan dengan normal.
“Untuk pelayan berapa hari ini, kita akan alihkan di Puskemas Pembantu (Pustu) yang ada di Desa Wiyono, Desa Sukabanjar dan Desa Negeri Sakti,” pungkasnya.
(WII)





