WAKTU INDONESIA – Masyarakat Dusun Penengahan Desa Gedongtataan Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran gotong royong membongkar Masjid Al-Ikhlas yang ada di dusun setempat.
Masjid Al-Ikhlas tersebut berdiri diatas tanah hibah dari Ibrahim Raden Panji Kusuma dan Raden Sutarno, sejak tahun 1952 dan dulunya masih berupa Musholla. Kemudian pada tahun 1993 tanah diperluas lagi dan didirikan Masjid Al-Ikhlas. Lalu pada tahun 2024 ini, masjid tersebut dibongkar habis dan dibangun ulang.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Penengahan, Heri Faik mengatakan, dengan perkembangan penduduk dan tempat yang strategis, maka dari itu Masjid Al-Ikhlas di bangun karena telah termakan usia yang sudah selayaknya diperbaiki demi kenyamanan para jamaah yang hendak menunaikan sholat di masjid tersebut.
“Rapat pertama kali diadakan pada Sabtu, 29 Juni 2024 pukul 19.30 wib di kediaman Bapak Mursalin. Dengan dihadiri oleh perwakilan masyarakat Dusun Penengahan sebanyak 15 orang, dan hasil rapat itu maka terbentuklah panitia pembangunan Masjid Al-Ikhlas,” kata dia, Minggu 22 September 2024.
Dirinya menjelaskan, pembangunan Masjid Al-Ikhlas dibangun dengan biaya swadaya masyarakat dan bersumber berasal dari iuran wajib setiap Kepala Keluarga (KK).
“Jadi kami yang berada di Dusun Penengahan meminta iuran sebesar Rp1 juta per KK, selain itu melalui pengajuan proposal pembangunan masjid kepada perseorangan, instansi Pemerintah maupun Swasta,” jelasnya.





