Aminudin menyebut, sambutan Aries Sandi tidak ada dalam rundown kegiatan. Namun, dia memberikan sambutan menjelang penutupan acara.
“Dalam susunan acara tidak ada sambutan Aries Sandi, yang ada hanya sambutan ketua panitia dan perwakilan pemerintah (kecamatan), tapi pas acara sudah mau ditutup dengan doa, dia minta waktu sebentar, ternyata dia menyampaikan visi misi,” katanya.
Aminudin mengungkap, kehadiran Aries Sandi justru berpotensi membuat perpecahan di masyarakat, hal itu terbukti terjadinya perbedaan pendapat di antara jemaah yang hadir.
“Nah ini kan, memecah belah masyarakat sini akhirnya, karena menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Hal inilah yang kita hindari, maka kami tidak melibatkan unsur politik,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu panitia Maulid Nabi Muhammad dan Haul Syeik Abdul Qodir Jailani mengatakan, atas kejadian tersebut tanpa sepengetahuan yang benar-benar diluar dugaan semua panitia.
“Masa dia datang mau kami usir. Ya sebenarnya kalau ingin datang untuk pengajian ya monggo-monggo saja,” kata dia.
“Karena kami dari awal juga sudah sepakat dan komitmen untuk tidak mau dalam kegiatan tersebut ada unsur-unsur kampanye. Nah ini malah tiba-tiba datang sedangkan sejak awal kami sepakat untuk tidak mau adanya unsur-unsur politik dalam kegiatan ini,” pungkasnya.
Saat dikonfirmasi wartawan melalui nomor +6281179xxxx Aries Sandi tidak merespon, begitu juga saat dihubungi melalui pesan WhatsApp tidak menjawab.
(WII)





