Atas dasar hasil tersebut, lanjut Suryadi, nama Hasna Wati juga diajukan dalam lomba yang sama di jenjang nasional yang digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dimana pengumuman pemenang lomba dimaksud berlangsung di Swissotel Jakarta PIK Avenue
Jalan Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Penjaringan, DKI Jakarta, Jumat (16/8/2024) malam. “Hasna Wati kembali berhasil keluar sebagai kader kesehatan terbaik atas salah satu kategori penilaian oleh Kemenkes. Atas prestasi tersebut Hasna Wati menerima piagam penghargaan Kader Posyandu Berprestasi Tahun 2024 yang diserahkan langsung oleh perwakilan Kemenkes,” ungkap Suryadi.
Lebih jauh Suryadi menjelaskan ihwal latar belakang munculnya inovasi Desak Gita yakni pada Tahun 2021 kunjungan balita ke Posyandu Pering Ulung saat itu hanya mencapai 56 persen dan tercatat ada tiga balita dengan status gizi kurang. “Oleh dasar itu, diputuskanlah kegiatan tersebut yang bertujuan untuk meningkatkan minat orangtua untuk mengikuti kegiatan posyandu dan memperbaiki status gizi bayi dan balita karena orangtua mengetahui dengan menggunakan bahan makanan lokal dapat memperbaiki gizi anak,” terangnya.
Masih kata Suryadi, sedangkan inovasi Setali didasarkan oleh capaian pelayanan imunisasi dasar lengkap di Posyandu Pering Ulung Tahun 2022 hanya tercapai 95 persen dari target 100 persen yang telah ditentukan. “Maka ditetapkan kegiatan tersebut yang bertujuan meningkatkan minat orangtua untuk membawa bayi dan balitanya ke posyandu dan tercapai 100 persen pemberian imunisasi dasar lengkap ke seluruh bayi dan balita di Pekon Gunungkemala,” tukas Suryadi. (ers/WII)





