Zulqoini melanjutkan, atas dasar RKPD dimaksud, maka disusunlah Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD. Dimana dalam rancangan APBD tersebut terdapat berbagai komponen, baik komponen pendapatan, belanja maupun pembiayaan. “Secara garis besar rancangan APBD Pesibar Tahun Anggaran 2025 yakni Pendapatan, pada Ranperda APBD Tahun 2025 target pendapatan daerah yang dianggarkan sebesar Rp876.035.746.935, terdiri dari Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp29.665.827.206. Kedua, pendapatan transfer sebesar Rp831.279.805.584. Ketiga, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp15.090.114.145,” terangnya.
Selanjutnya Belanja, menurut Ia, rencana belanja daerah pada Ranperda Tahun Anggaran 2025 Pemkab Pesibar mengalokasikan anggaran belanja daerah sebesar Rp877.035.746.935, terdiri dari, Pertama, belanja operasi Rp644.988.033.124. Kedua, belanja modal sebesar Rp85.774.534.711. Ketiga, belanja tidak terduga sebesar Rp7.000.000.000. Keempat, belanja transfer sebesar Rp139.273.179.100. “Dengan demikian total pendapatan sebesar Rp876.035.746.935, dikurangi total belanja sebesar Rp877.035.746.935, sehingga mengakibatkan defisit antara pendapatan dan belanja sebelum pembiayaan adalah sebesar Rp1.000.000.000,” lanjutnya.
Sisi berikutnya yakni pembiayaan, diantaranya penerimaan pembiayaan sebesar Rp1.000.000.000, yakni Pertama, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun sebelumnya. Kedua, pengeluaran pembiayaan Rp0, sehingga terdapat surplus pembiayaan sebesar Rp1.000.000.000, yang digunakan untuk menutupi defisit antara pendapatan dan belanja tersebut. “Dengan demikian silpa tahun berkenan sebesar Rp0,” pungkas Zulqoini. (ers/WII)





