Sementara itu, menurut Wakapolres, tema peringatan Hari Bela Negara tahun ini adalah “Bersama Bela Negara, Kita Wujudkan Bangsa Tangguh dan Berdaya Saing”. Tema tersebut sekaligus mengingatkan semua pihak bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Bela negara tidak selalu dilakukan dengan angkat senjata, tetapi juga melalui kontribusi nyata sesuai dengan peran masing-masing. Sebagai pelajar, bela negara diwujudkan melalui semangat belajar dan meraih prestasi. Sebagai tenaga kesehatan, bela negara dilakukan dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebagai petani, nelayan, maupun pelaku usaha, bela negara tercermin dari kerja keras dan dedikasi untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
“Ditengah tantangan global, seperti perubahan iklim, perkembangan teknologi, dan persaingan ekonomi yang semakin ketat, mari jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas, menjaga persatuan dan bersama- sama membangun bangsa yang mandiri dan berdaya saing. Dengan semangat bela negara, kita mampu menghadapi segala tantangan dan mengubahnya menjadi peluang untuk kemajuan bangsa. Diharapkan momentum Hari Bela Negara semakin memperkokoh komitmen untuk menjaga persatuan, membangun bangsa dan mewujudkan indonesia yang adil, makmur dan sejahtera,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Slamet mengajak semua pihak untuk mengenang peran besar perempuan Indonesia, khususnya kaum ibu dalam perjalanan panjang bangsa. Peringatan Hari Ibu bukan hanya sekadar momentum seremonial, tetapi juga sebagai penghormatan atas perjuangan dan kontribusi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, baik sebagai penggerak keluarga, pengabdi masyarakat, maupun pilar bangsa. Tema peringatan Hari Ibu ke-96 tahun ini “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” yang menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai kunci kemajuan bangsa. Perempuan yang berdaya akan menjadi agen perubahan, baik di keluarga, masyarakat, maupun dalam pembangunan nasional. Kaum ibu adalah pendidik pertama dan utama bagi generasi penerus. Dalam genggaman tangan para ibu, tumbuhlah anak-anak yang akan menjadi pemimpin masa depan. Karena itu, perempuan harus terus didorong untuk memiliki akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
“Pemkab Pesibar mengapresiasi segala upaya yang telah dilakukan oleh perempuan-perempuan hebat di Pesibar. Dari para ibu rumah tangga hingga pemimpin komunitas, dari pelaku UMKM hingga profesional di berbagai bidang, semua adalah pahlawan yang berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat. Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa masih banyak perempuan yang menghadapi tantangan seperti kesenjangan akses, kekerasan, dan diskriminasi. Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus terus memperjuangkan kesetaraan gender, menciptakan lingkungan yang aman, serta memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berkarya,” tandas Slamet.
“Hari Ibu adalah momen refleksi dan apresiasi. Mari kita jadikan momentum ini untuk menghormati jasa ibu-ibu, tidak hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan tindakan nyata yang mendukung peran mereka. Kepada generasi muda, saya mengajak untuk terus menghormati, mencintai, dan menjaga ibu sebagai bentuk nyata pengamalan nilai-nilai luhur bangsa. Semoga peringatan Hari Ibu ke-96 ini menjadi langkah awal yang lebih kuat untuk terus meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di daerah, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia,” tukasnya. (ers/WII)





