Investasi Mungil, Dampak Raksasa? Kisah Rotifera Mengubah Paradigma Budidaya Perikanan

  • Bagikan
Zooplankton Rotifera/Foto: Dok Pribadi

Rotifera, terutama _Brachionus plicatilis_, adalah pakan alami esensial dalam pembenihan ikan. Meski pertumbuhannya spesifik, riset (Firmansyah et al., 2025) menunjukkan bahwa fermentasi ikan lemuru (800 ppm) bisa melipatgandakan populasi rotifera (hingga 31,2 individu/ml) dan meningkatkan proteinnya (53,12 persen), sekaligus signifikan bagi kelangsungan hidup larva kerapu cantang. Selain itu, pakan tambahan ampas tahu juga terbukti efisien dan ekonomis untuk meningkatkan pertumbuhan rotifera (Andani et al., 2020 dalam Imani et al., 2019).

Reproduksi dan Siklus Hidup

Rotifera berkembang biak secara partenogenesis dalam kondisi lingkungan yang stabil, memungkinkan pertumbuhan populasi yang cepat. Namun, saat kondisi lingkungan memburuk, mereka akan beralih reproduksi seksual untuk menghasilkan telur berdinding tebal yang tahan terhadap kondisi ekstrem (Sari et al., 2019).

Kesimpulan

Rotifera adalah mikroorganisme yang sangat penting dalam ekosistem perairan dan budidaya perikanan. Dengan kandungan nutrisi yang tinggi dan kemampuan adaptasi yang luar biasa, rotifera tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem tetapi juga mendukung keberhasilan pembenihan ikan. Inovasi dalam pengkayaan nutrisi rotifera, seperti penggunaan fermentasi ikan lemuru dan ampas tahu, membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi produksi rotifera dan kualitas pakan alami.

DAFTAR PUSTAKA

Firmansyah, et al. (2025). Pengkayaan Rotifera dengan Fermentasi Ikan Lemuru Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Kerapu Cantang. Journal of Marine and Coastal Science, 14(1), 37-49.

Imani, et al. (2019). Nutrisi dan Peranan Rotifera sebagai Pakan Alami.
Imani, et al. (2019).

Pengaruh Pemberian Ampas Tahu terhadap Laju Pertumbuhan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis). Prosiding Seminar Nasional Riset Teknologi Terapan.
Setiyono dan Raharjo (2020). Karakteristik dan Peranan Rotifera dalam Budidaya Perairan. Jurnal Biologi Tropis.

BACA JUGA:  Dampak Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Di Pesawaran Belum Pasti
  • Bagikan