“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pencatatan sejarah atas kontribusi nyata yang telah diberikan. Apa yang dilakukan para penerima, termasuk kepala daerah, patut diapresiasi karena membawa dampak bagi penguatan gerakan zakat di Indonesia,” ujarnya.
Bupati Nanda Indira yang hadir didampingi Ketua Baznas Pesawaran, A. Hamid menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menilai penghargaan ini tak lepas dari peran Baznas Pesawaran yang selama ini telah mempercepat transformasi layanan zakat berbasis digital.
Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi Kabupaten Pesawaran untuk terus mendorong pengelolaan zakat yang transparan, akuntabel, dan modern melalui digitalisasi.
“Alhamdulillah, penghargaan ini bukan hanya menjadi motivasi bagi kami, tetapi untuk seluruh masyarakat Pesawaran yang turut mendukung program zakat melalui sistem digitalisasi. Dengan cara ini, zakat bisa lebih mudah dijangkau masyarakat dan manfaatnya lebih luas dirasakan oleh mustahik,” pungkasnya.
(WII)





